skip to main | skip to sidebar

Will i'am Vampire

  • Entries (RSS)
  • Comments (RSS)
  • Home
  • About Us
  • Archives
  • Contact Us

Sabtu, 01 Oktober 2011

Discourse, Discourse Analysis, Context and Cotext

Diposting oleh will i'am di 00.15
Discourse, Discourse Analysis, Context and Cotext

if you want to download this doc please...

Secara etimology, kata discourse berasal dari bahasa Latin “discursus” yang merujuk pada kata conversation atau speech. Crystal (1992:25) mengatakan bahwa discourse is a continuous stretch of (especially spoken) language larger than a sentence, often constituting a coherent unit such as a sermon, argument, joke, or narrative. Atau dengan kata lain, discourse adalah suatu rangkaian bahasa yang berkesinambungan yang lebih besar dari kalimat yang merupakan suatu unit yang koheren seperti khotbah, argumentasi, atau narasi. Jadi kata discourse ini sebenarnya mengandung makna yang sangat luas dalam cakupan kehidupan manusia.
Ahli bahasa modern pertama yang tertarik mempelajari hubungan-hubungan kalimat dan menamakan aktivitasnya dengan istilah discourse analysis dan kemudian menjadi cabang dari linguistic terapan ini adalah Zellig Harris. Dari sinilah muncul istilah discourse analysis.
Discourse analysis merupakan cabang linguistics terapan yang berkaitan dengan evaluasi terhadap wacana dengan tujuan untuk menemukan pola-pola komunikasi dan hal-hal lain yang terkait dengannya yang tidak bias dijelaskan dengan tata bahasa (Carter, 1993:23). Ada juga yang mengatakan bahwa discourse analysis merupakan suatu disiplin ilmu yang berusaha mengkaji penggunaan bahasa yang nyata dalam suatu komunikasi. Pengertian lainnya adalah bahwa discourse analysis merupkan suatu kajian yang meneliti dan menganalisis bahasa yang digunakan secara alamiah, baik lisan maupun tertulis. Dalam hal ini discourse analysis menekankan kajiannya pada penggunaan bahasa dalam konteks social, khususnya dalam penggunaan bahasa antar penutur dimana bahasa yang digunakan dapat diterima dan dimengerti oleh para penutur meskipun bahasa tersebut tidak dirumuskan sebagaimana kaidah bahasa seperti dalam tata bahasa yang baku.
Renkema (1993:34) mengatakan bahwa untuk mempertimbangkan apakah satuan bahasa dapat dikatakan sebagai discourse atau bukan dibutuhkan tujuh criteria, yaitu:
- kekohesian, yaitu hubungan yang dihasilkan pada saat interpretasi suatu unsure bergantung pada unsure lainnya di dalam text. Dengan kata lain ini menyangkut hubungan semantic antar unsure di dalam text.
- Kekohesian, yaitu hubungan yang didasar oleh sesuatu yang datangnya dari luar text. Sesuatu tersebut mengacu pada pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki oleh penutur atau petutur.
- Keintensionalan, yang menyangkut tujuan dan fungsi bahasa yang dimiliki partisipan dalam berkomunikasi
- Keberterimaan, yang mengacu pada rangkaian kalimat yang berterima dan dapat dipahami oleh interlocutor (penutur/pembaca) agar dapat dikualifikasikan sebagai text
- Keinformalan, yaitu bahwa suatu text harus memuat informasi-informasi baru dan harus dapat dipahami oleh interlocutor
- Kesituasionalan, yang menyangkut situasi tempat dan waktu text tersebut dihasilkan
- Keintertekstualan, yang mengacu pada keterhubungan suatu wacana dengan wacana lain yang telah diketahui.
Dari ketujuh criteria di atas, criteria paling mendasar dalam discourse adalah kohesi dan koherensi.
Dalam suatu wacana, keberadaan context sangat penting peranannya, karena context dapat mempengaruhi makna kata-kata dalam suatu discourse, baik lisan maupun tulisan. Discourse sebenarnya merupakan perpaduan antara text dan context. Dengan kata lain, suatu text akan dapat disebut sebagai sebuah discourse kalau ada context. Dalam hal ini, para penutur akan memahami suatu text jika mereka juga memahami context yang menyertai text tersebut.
Context dapat digolongkan menjadi 3 jenis, yaitu:
- situational context, yaitu pengetahuan penutur yang dilandasi oleh segala sesuatu yang mereka lihat di sekitarnya. Dengan kata lain, keadaan situasi fisik secara visual mengenai tempat interaksi antara penutur dan petutur terjadi.
- background knowledge context, yaitu pengetahuan penutur tentang interlocutor dan juga tentang dunia. Context pengetahuan dasar ini terdiri atas pengetahuan budaya dan pengetahuan interpersonal. jika interlokutor berasal dari kelompok yang sama, mereka akan mengasumsikan pengetahuan yang sama secara normal tentang segala sesuatu yang mereka ketahui. Untuk berbagi konteks pengetahuan interpersonal dibutuhkan interaksi verbal atau pengalaman sebelumnya.
- co-textual context atau yang biasa dikenal dengan cotext, yaitu pengetahuan penutur tentang apa yang telah dituturkannya.

Selain itu Saragih (2006) juga mengklasifikasikan context mejadi dua golongan, yaitu:
- Internal discourse context (cotext), dalam hal ini context linguistic atau context bahasa itu sendiri. Context ini mengacu pada unit linguistic lain yang mendampingi satu unit yang sedang dibicarakan. Context ini berada di dalam dan merupakan bagian dari text yang dibicarakan.
- External discourse context (social context), yaitu context yang mengacu pada sesuatu di luar yang tertulis atau terucap, yang mendampingi bahasa atau teks dalam peristiwa pemakaian bahasa atau interaksi social. Konteks ini terdiri atas tiga kategori, yaitu: situational context, cultural context dan ideological context.


Daftar Pustaka
Carter, R. 1993. Introducing applied linguistics. Harlow: Penguin.
Renkema, J. 2004. Introduction to discourse studies. Amsterdam: John Benjamins Publishing.
Crystal, D. 1992. Introducing linguistics. Harlow: Penguin.
2 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Rabu, 27 Juli 2011

game onet/pokemon

Diposting oleh will i'am di 01.01



game onet a/ yg biasa di kenal dengn nama game pokemon ini adalah salah satu game yang lucu n' cukup menghibur di saat2 waktu free... nah biasanya game ini di mainkan di windows XP n' tidak bisa di mainkan di windows 7. sayangkan para pengguna windows 7....
nah disini saya coba menggunakan trik lain agar para pengguna windows 7 juga bisa memainkannya....

carax: download filenya disini

Ekstak file MSVBVM50.rar, lalu copy file: MSVBVM50.dll dan paste di C:\Windows\System32 Sekarang, coba mainkan gamenya...

jangan lupa comentarnya ya....
2 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Senin, 20 Juni 2011

TEFL

Diposting oleh will i'am di 09.42

Method `

Background

Main characteristic

adv

TM

It was called classical method, earlier in this century this method was used to helping students rend and appreciate foreign language literature.

Student are taught to translate from one language to another.

Be able to read literature written in the target language.

AL method

Developed in the U.S during war world II people was need to learn foreign language rapidly for military purposes.

New vocabulary and structures are presented through dialogs. The dialogs are learned through imitation and repetition.

 

Competency based approach

This method was developed primarily for industry. Based on what people were expected to do in work place. Retugee, programs and adult literacy plug.

Basic survival skills such as answering personal information question, use public transportation, obtain food and shelter.

 

Natural approach

Appeared in book published 1983 theoretial section on second language skill acquisition and section on implementation and classroom procedures .

 

Conform to the naturalistic principles found in successful second language acquisition skill.

 

Communicative approach.

When the preparation for communication not will be inadequate enough.

 

Student use language a great deal through communicative activities such as game, role-plays and problem-solving task.

 

Silent way

Since people can create expression that they have never heard before, they therefore cannot learn a language simply by repeating what they hear spoken around there.

 

Study of the language through its basic building blocks, its sound.

 

Sugestopedia

To help student eliminate the feeling that they can't be successful and to help them overcome the barriers to learning

Conducted in a classroom in which student are as comfortable as possible.

 

TPR

From observing how children acquire their method tongue (listening comprehension).

Modeling commands to a few student, then performs the action with them.

 

Direct method

that a foreign language could be taught without translation or the use of the learner's native tongue if meaning was conveyed directly through demonstration and
action.

Student need to associate meaning and the target language directly.

 
1 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Langganan: Postingan (Atom)

Sponsored

  • banners
  • banners
  • banners
  • banners

Blog Archive

  • ▼  2013 (3)
    • ▼  November (2)
      • New songs from MC Rhyme
      • Memblokir no hp penipuan.
    • ►  Mei (1)
  • ►  2012 (9)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (5)
  • ►  2011 (21)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (6)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (6)
    • ►  April (3)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2010 (24)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (16)
    • ►  Oktober (7)

Followers

Friends

  • More
    • Posts RSS
    • Comments RSS
    • Login
    • Edit

SMS vampire

sms blog
will i'am. Diberdayakan oleh Blogger.

Followers

About Me

Foto Saya
will i'am
im a good person add my fb: http://www.facebook.com/william.sengge
Lihat profil lengkapku

Blog archive

  • ▼  2013 (3)
    • ▼  November (2)
      • New songs from MC Rhyme
      • Memblokir no hp penipuan.
    • ►  Mei (1)
  • ►  2012 (9)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (5)
  • ►  2011 (21)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (6)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (6)
    • ►  April (3)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2010 (24)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (16)
    • ►  Oktober (7)

wanka2 dunk

free counters

what's up!!

hit counter
free web hit counter

tatap mata saya....

Vampire HIP-HOP

 

© 2010 My Web Blog
designed by DT Website Templates | Bloggerized by Agus Ramadhani | Zoomtemplate.com